GURU BUKAN BEBAN NEGARA: Meneguhkan Martabat Guru, Menyemai Harapan Bangsa
Editor: Ninda Christian
3/6/20261 min read


Penulis:
Muhsyanur, Harun Rasidi, Karmila P. Lamdang, Raeni Dwi Santy, Zulfikar, Agus Muriawan Putra, Novita Pri Andini, Edison Hatoguan Manurung, Ni Made Rai Sukardi, Petrus Dwi Ananto Pamungkas, Nurfaika Ishak, Eka Mutia Lubis, Iwan Rumalean, Nurul Mawaddah
ISBN:
Tebal: xvi + 220 hlm., 21 x 15 cm
Maret 2026
Editor: Ninda Christian
Penata Letak: Sonny Perdanakusuma
Penata Sampul: Tiara Diharyantika
Penerbit
Lembaga Pemerhati Pendidikan Masyarakat Indonesia,
Education Observer Institute of Indonesian Society
Jalan Ketintang X 17B Gedung 3S Surabaya, Jawa Timur
Email: lppmi.ina@gmail.com | www.lppmi.or.id
Telp. (031) 2106832 -HP. 082244400985
SINOPSIS:
Guru sering kali dipandang dalam bingkai angka—anggaran, tunjangan, beban administrasi, dan statistik kebijakan. Namun, benarkah guru sekadar beban negara? Buku Guru Bukan Beban Negara: Meneguhkan Martabat Guru, Menyemai Harapan Bangsa hadir untuk membalik cara pandang tersebut. Buku ini menegaskan bahwa guru adalah investasi peradaban, fondasi kemajuan, dan penentu arah masa depan bangsa.
Melalui analisis yang tajam, refleksi kritis, dan pengalaman empirik, para penulis mengupas posisi strategis guru dalam sistem pendidikan nasional. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi pelajaran, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, penanam nilai kebangsaan, dan penggerak literasi. Ketika martabat guru diteguhkan, kualitas generasi penerus bangsa pun ikut terangkat.
Buku ini juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi guru di era perubahan cepat—dari tuntutan profesionalisme hingga tekanan administratif—serta menawarkan gagasan transformatif untuk memperkuat kapasitas dan kesejahteraan mereka. Dengan pendekatan yang argumentatif dan kontekstual, buku ini mengajak pembaca untuk melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak ternilai.
Ditujukan bagi pendidik, pengambil kebijakan, akademisi, dan masyarakat luas, buku ini menjadi seruan kolektif untuk memuliakan guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Sebab pada akhirnya, bangsa yang ingin berdiri tegak dan berdaulat harus terlebih dahulu menghormati dan memberdayakan para gurunya.
Info Pemesanan Versi Cetak: WhatsApp (Rina: 082244400985)
